Clock

Daftar Blog Rekan UPTD

Daftar Tautan Utama

Diposting oleh PHC KARANG HARJA Minggu, 12 Desember 2010

Perdarahan Akibat Defisiensi Vitamin K ( PDVK)
  • PDVK dapat terjadi spontan atau perdarahan karena proses lain seperti pengambilan darah vena atau pada operasi,disebabkan karena berkurangnya faktor pembekuan darah (koagulasi) yang tergantung pada vitamin K yaitu faktor II,VII,IX dan X.Sedangkan faktor koagulasi lainnya,kadar fibrinogen dan jumlah trombosit dalam batas normal.
  • Manifestasi Klinis yang sering ditemukan adalah perdarahan,pucat dan hepatomegali ringan.Perdarahan dapat terjadi secara spontan atau akibat trauma,terutama trauma lahir.Pada kebanyakan kasus peradarahan terjadi di kulit (sering berupa purpura,ekimosis atau perdarahan bekas tusukan jarum suntik),mata,hidung dan saluran cerna (muntah atau berak darah.Tempat perdarahan utama adalah umbilikus,membran mukosa,saluran cerna,sirkumsisi dan pungsi vena.Selain itu perdarahan dapat berupa hematoma akibat trauma,seperti sefal hematoma.Akibat lebih lanjut adalah timbulnya perdarahan intrakranial yang merupakan penyebab mortalitas & morbiditas menetap.Perdarahan intrakranial dapat ditemukan peningkatan tekanan intra kranial (TIK) dengan gejala yaitu sakit kepala,anak menjadi iriable,ubun-ubun besar menonjol,pucat,kejang bisa bersifat fokal /umum,tangisan bayi  melengking dengan nada tinggi (high pitch cry) yang tidak bisa dihentikan walau bayi tersebut sudah ditenangkan,fotophobia,edema papil,penurunan kesadaran,perubahan tekanan nadi,pupil isokor serta kelainan neurologis fokal.
    Health Technology Assesment (HTA)Depkes bekerjasama dengan organisasi profesi merekomendasikan bahwa semua Bayi baru lahir harus mendapat profilaksis vitamin K,regimen yang digunakan adalah vitamin K1 dan cara pemberian secara IM.Hal ini untuk mencegah PDVK
Cara Pemberian Injeksi Vitamin K1 Profilaksis
  1. Semua bayi baru lahir harus diberikan injeksi vitamin K1 profilaksis
  2. Vitamin yang digunakan adalah vitamin k1 (phytomenadione)
  3. Masukan vitamin K1 dalam semprit sekali pakai steril 1ml,kemudian disuntikan secara intramuskulardi paha kiri bagian anterolateral sebanyak 1mg dosis tunggal,diberikan paling lambat 2 jam setelah lahir.Vitamin K1 injeksi diberikan sebelum pemberian imunisasi HBO (uniject) dengan selang waktu 1-2 jam
  4. Pada bayi yang akan dirujuk tetap diberikan vitamin K1 dengan dosis dan cara yang sama
  5. Pada bayi baru lahir tidak ditolong bidan,vitamin K1 diberikan pada saat kunjungan neonatal pertama(KN1) pada usia 6-48 jam dengan dosis dan cara yang sama.
  6. Setelah pemberian injeksi vitamin K1,dilakukan observasi.
Sumber:Buku Pedoman Teknis Pemberian Injeksi Vitamin K1 Profilaksis pada Bayi Baru Lahir,Depkes RI 2009

    0 komentar

    Posting Komentar

    Print This Page

    Entri Populer

    Total Tayangan Halaman

    Pengunjung Blog

    Obrolan


    ShoutMix chat widget